Andhi Kusuma Sang Visioner
Sabtu, 24 Desember 2011
Kamis, 20 Oktober 2011
"dari kehidupan untuk kehidupan"-Belajar dari akar pohon
Ikhlas adalah sebuah ucapan yang gampang di sebutkan,namun sangat sulit untuk di wujudkan. Faktor terbesar dari keikhlasan adalah hati. terkadang kita merasa hati kita putih namun mungkin saja putihnya hati itu bukan karena suci tapi karena tertutup nanah yang di akibatkan rusaknya hati itu.
mari kita belajar kehidupan dari kehidupan,dan sekarang kita akan mempelajari sebuah bagian tumbuhan yaitu akar.
Akar itu selalu tersembunyi di dalam tanah, semakin dalam ia menancap maka ia akan semakin tersembunyi.namun Sesungguhnya Akar itu adalah penopang pohon yang ada di atasnya, semakin dalam ia menancap maka ia akan semakin kuat untuk menopang pohon yang ada di atasnya.
Itulah makna keikhlasan. kebaikan yang tersembunyi namun menjadi sesuatu yang vital. Ikhlas itu seperti akar pohon,ia selalu tersembunyi namun sesungguhnya ialah yang menopang kebaikan tersebut.
Ikhlas itu seperti akar pohon,semakin ia di sembunyikan maka ia akan semakin kuat menopang nilai-nilai yang lain.
Akar itu berfungsi untuk mencari makanan dan minuman bagi pohon tersebut,namun semakin ia tumbuh,ia akan semakin menancap kedalam maka ia pun akan semakin berguna untuk pohon tersebut.
Itulah makna keikhlasan, Ikhlas itu adalah melakukan perbuatan untuk orang lain tanpa mengharap balasan,semakin besar kebaikan tersebut,maka ia akan semakin tersembunyi dan akan semakin berguna.
Cara termudah memaknai arti keikhlasan adalah alasan dia melakukan perbuatan tersebut. Orang yang beramal(berbuat baik) karena mengharap ketenararan dan kedudukan,tentu akan bermalas-malasan jika pertanda harapannya akan kandas. Orang yang beramal karena mencari muka di hadapan pemimpin atau penguasa,tentu akan menghentikan perbuatannya jika pemimpin tersebut turun dari kekuasaannya. Sedangkan orang yang beramal karena Allah SWT tidak akan memutuskan perbuatannya,tidak mundur, dan tidak malas-malasan sebab alasan yang melatarbelakangi amalnya tidak pernah sirna.
imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Seandainya salah seorang di antara kamu melakukan suatu perbuatan di dalam gua yang tidak ada pintu dan lubangnya, maka amal itu tetap akan bisa keluar (tetap dicatat oleh Allah) menurut keadaannya”. [HR. Bukhari dan Muslim]
dan Ikhlas itu semuanya bermula dari niat.Niat adalah pengikat amal. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi teramat sangat penting dan akan membuat hidup ini menjadi lebih mudah, indah dan jauh lebih bermakna.
Oleh karena itu mari memaknai kehidupan ini dengan ikhlas.
Semua yang tercipta di dunia ini pasti ada hikmah.
dan Allah pasti akan memberikan yang terbaik.
Mari jaga hati dan jaga niat.
Semoga Allah selalu menjaga kita.
Salam sukses
mari kita belajar kehidupan dari kehidupan,dan sekarang kita akan mempelajari sebuah bagian tumbuhan yaitu akar.
Akar itu selalu tersembunyi di dalam tanah, semakin dalam ia menancap maka ia akan semakin tersembunyi.namun Sesungguhnya Akar itu adalah penopang pohon yang ada di atasnya, semakin dalam ia menancap maka ia akan semakin kuat untuk menopang pohon yang ada di atasnya.
Itulah makna keikhlasan. kebaikan yang tersembunyi namun menjadi sesuatu yang vital. Ikhlas itu seperti akar pohon,ia selalu tersembunyi namun sesungguhnya ialah yang menopang kebaikan tersebut.
Ikhlas itu seperti akar pohon,semakin ia di sembunyikan maka ia akan semakin kuat menopang nilai-nilai yang lain.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]
Akar itu berfungsi untuk mencari makanan dan minuman bagi pohon tersebut,namun semakin ia tumbuh,ia akan semakin menancap kedalam maka ia pun akan semakin berguna untuk pohon tersebut.
Itulah makna keikhlasan, Ikhlas itu adalah melakukan perbuatan untuk orang lain tanpa mengharap balasan,semakin besar kebaikan tersebut,maka ia akan semakin tersembunyi dan akan semakin berguna.
Cara termudah memaknai arti keikhlasan adalah alasan dia melakukan perbuatan tersebut. Orang yang beramal(berbuat baik) karena mengharap ketenararan dan kedudukan,tentu akan bermalas-malasan jika pertanda harapannya akan kandas. Orang yang beramal karena mencari muka di hadapan pemimpin atau penguasa,tentu akan menghentikan perbuatannya jika pemimpin tersebut turun dari kekuasaannya. Sedangkan orang yang beramal karena Allah SWT tidak akan memutuskan perbuatannya,tidak mundur, dan tidak malas-malasan sebab alasan yang melatarbelakangi amalnya tidak pernah sirna.
imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Seandainya salah seorang di antara kamu melakukan suatu perbuatan di dalam gua yang tidak ada pintu dan lubangnya, maka amal itu tetap akan bisa keluar (tetap dicatat oleh Allah) menurut keadaannya”. [HR. Bukhari dan Muslim]
dan Ikhlas itu semuanya bermula dari niat.Niat adalah pengikat amal. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi teramat sangat penting dan akan membuat hidup ini menjadi lebih mudah, indah dan jauh lebih bermakna.
Dari Ibnu Umar RA ia berkata : “Rasulullah SAW telah bersabda : “Apabila Allah menurunkan adzab kepada sekelompok kaum, maka adzab itu akan menimpa orang-orang yang berada di dalamnya. Kemudian mereka akan dibangkitkan berdasar niat mereka masing-masing” [HR. Bukhari dan Muslim]
Oleh karena itu mari memaknai kehidupan ini dengan ikhlas.
Semua yang tercipta di dunia ini pasti ada hikmah.
dan Allah pasti akan memberikan yang terbaik.
Mari jaga hati dan jaga niat.
Semoga Allah selalu menjaga kita.
Salam sukses
"dari kehidupan untuk kehidupan"-Belajar dari tukang parkir
aku ada sebuah cerita yang benar-benar menginspirasi ku, dan 100% cerita ini di jamin keasliannya (di Indonesia susah sih nyari yg asli,di bajak semua..hehe). Sebenarnya sih ini cerita lama,tapi aku publish kembali.
Kisah ini mengenai arti sebuah senyuman dan rasa syukur...
Ketika mendengar kata itu maka aku akan teringat kepada sebuah sosok yang mungkin kita anggap sebelah mata, bagiku itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Dan sosok itu adalah seorang tukang parkir di sebuah rumah makan padang Ridho Jaya(uppss...gk ada unsur promosi lho).. Selesai melepas lapar di rumah makan tersebut dan bersiap akan pulang, muncullah sesosok yang bgitu lusuh yang kemudian dia membantu menarik motor. awalnya hanya biasa saja..dan muncullah percakapan :
tukang parkir(tK) : udah selesai makannya mas?..(sembari menarik motor)
aku : udah pak...
TK : gmn nih kuliahnya?..lancar?..
Aku : Alhamdulillah...(sambil berpikir kok nih orang ramah bgt)..
lalu aku pun memberikan uang 500 rupiah yang mungkin bagi kita adalah uang yang sangat kecil, dan yang aku kagetkan adalah dengan tiba2 dia berkata :
"terima kasih banyak mas...semoga rejeki dan urusan mas di permudah" (sembari tersenyum ikhlas)
dan hal ini pun tidak hanya sekali atau dua kali di lakukan, namun setiap orang dan setiap waktu...
begitu besarnya arti sebuah totalitas, meskipun apa yang di berikan untuknya hanya lah hal yang sepele bagi kita, namun begitu sangat bersyukurnya ia terhadap apa yang di berikan-Nya..
Dia tak pernah mengeluh, dengan senyuimannya ia selalu melayani setiap orang dengan totalitas yang tinggi..
lalu bagaimana dengan kita?..kita di beri begitu banyak kemudahan,namun pernahkah kita bersyukur dengan rasa suka cita?..
Allah berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur,pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat sedih ". (QS Ibrahim: 7).
satu hal yang saya pelajari dari beliau. Beliau meskpun dalam kondisi yang saya yakin tidak diinginkannya(tukang parkir.red) namun dia tetap selalu totalitas. lalu, bagaimana dengan kita yang selalu diberi kemudahan,dan seandainya itu tidak sesuai yang kita inginkan, akankah kita bersyukur?..
Beliau meskipun bertarung dengan teriknya matahari, dia selalu tersenyum menikmati apa yang sudah ada. Lalu,bagaimana dengan kita?,yang hanya mengerjakan tugas-tugas kuliah ataupun tugas-tugas Organisasi di bawah atap yang nyaman dan dengan segala faslilitas yang ada, akankah kita tetap tersenyum ketika ada masalah?...
Ketika Beliau menjaga motor yang resiko nya sangat besar(bayangkan aja klo motor itu hilang, saya yakin dia tidak akan mampu menggantinya),namun beliau tetap menerimanya dengan rasa tanggung jawab yang tinggi..lalu,bagaimana dengan kita, yang di berikan amanah yang ringan dan sesuai dengan kemampuan kita, akankah kita tetap berani menerimanya?..akankah kita bertanggung jawab dengan yang sudah ada?...
Naahh...sahabat semua..Senyuman dan rasa syukur begitu penting dalam kehidupan ini..
caranya tersenyum ketika ada masalah adalah "pahami apakah itu benar-benar masalah atau hanya kita yang mempermasalahkannya"...
Bukan keadaan sosial ataupun jabatan yang menjadi nilai seorang manusia, namun seberapa totalitas dan bersyukur apa yang telah diberikan-Nya yang menjadi nilai seseorang itu...
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah (hanya sia-sia saja). Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka…” (Ash-Shood: 27)
so, tetap bersyukur karena yakinlah apa yang diberikan-Nya pasti ada hikmahnya...
selalu tersenyum karena itu adalah obat ketenangan..
selalu totalitas di setiap keadaan,karena itu adalah implementasi dari rasa syukur kita...
Salam Sukses
oleh : Andhi Kusuma sang visioner
Kisah ini mengenai arti sebuah senyuman dan rasa syukur...
Ketika mendengar kata itu maka aku akan teringat kepada sebuah sosok yang mungkin kita anggap sebelah mata, bagiku itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Dan sosok itu adalah seorang tukang parkir di sebuah rumah makan padang Ridho Jaya(uppss...gk ada unsur promosi lho).. Selesai melepas lapar di rumah makan tersebut dan bersiap akan pulang, muncullah sesosok yang bgitu lusuh yang kemudian dia membantu menarik motor. awalnya hanya biasa saja..dan muncullah percakapan :
tukang parkir(tK) : udah selesai makannya mas?..(sembari menarik motor)
aku : udah pak...
TK : gmn nih kuliahnya?..lancar?..
Aku : Alhamdulillah...(sambil berpikir kok nih orang ramah bgt)..
lalu aku pun memberikan uang 500 rupiah yang mungkin bagi kita adalah uang yang sangat kecil, dan yang aku kagetkan adalah dengan tiba2 dia berkata :
"terima kasih banyak mas...semoga rejeki dan urusan mas di permudah" (sembari tersenyum ikhlas)
dan hal ini pun tidak hanya sekali atau dua kali di lakukan, namun setiap orang dan setiap waktu...
begitu besarnya arti sebuah totalitas, meskipun apa yang di berikan untuknya hanya lah hal yang sepele bagi kita, namun begitu sangat bersyukurnya ia terhadap apa yang di berikan-Nya..
Dia tak pernah mengeluh, dengan senyuimannya ia selalu melayani setiap orang dengan totalitas yang tinggi..
lalu bagaimana dengan kita?..kita di beri begitu banyak kemudahan,namun pernahkah kita bersyukur dengan rasa suka cita?..
Allah berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur,pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat sedih ". (QS Ibrahim: 7).
satu hal yang saya pelajari dari beliau. Beliau meskpun dalam kondisi yang saya yakin tidak diinginkannya(tukang parkir.red) namun dia tetap selalu totalitas. lalu, bagaimana dengan kita yang selalu diberi kemudahan,dan seandainya itu tidak sesuai yang kita inginkan, akankah kita bersyukur?..
Beliau meskipun bertarung dengan teriknya matahari, dia selalu tersenyum menikmati apa yang sudah ada. Lalu,bagaimana dengan kita?,yang hanya mengerjakan tugas-tugas kuliah ataupun tugas-tugas Organisasi di bawah atap yang nyaman dan dengan segala faslilitas yang ada, akankah kita tetap tersenyum ketika ada masalah?...
Ketika Beliau menjaga motor yang resiko nya sangat besar(bayangkan aja klo motor itu hilang, saya yakin dia tidak akan mampu menggantinya),namun beliau tetap menerimanya dengan rasa tanggung jawab yang tinggi..lalu,bagaimana dengan kita, yang di berikan amanah yang ringan dan sesuai dengan kemampuan kita, akankah kita tetap berani menerimanya?..akankah kita bertanggung jawab dengan yang sudah ada?...
Naahh...sahabat semua..Senyuman dan rasa syukur begitu penting dalam kehidupan ini..
caranya tersenyum ketika ada masalah adalah "pahami apakah itu benar-benar masalah atau hanya kita yang mempermasalahkannya"...
Bukan keadaan sosial ataupun jabatan yang menjadi nilai seorang manusia, namun seberapa totalitas dan bersyukur apa yang telah diberikan-Nya yang menjadi nilai seseorang itu...
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah (hanya sia-sia saja). Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka…” (Ash-Shood: 27)
so, tetap bersyukur karena yakinlah apa yang diberikan-Nya pasti ada hikmahnya...
selalu tersenyum karena itu adalah obat ketenangan..
selalu totalitas di setiap keadaan,karena itu adalah implementasi dari rasa syukur kita...
Salam Sukses
oleh : Andhi Kusuma sang visioner
Langganan:
Postingan (Atom)