Kamis, 20 Oktober 2011

"dari kehidupan untuk kehidupan"-Belajar dari tukang parkir

aku ada sebuah cerita yang benar-benar menginspirasi ku, dan 100% cerita ini di jamin keasliannya (di Indonesia susah sih nyari yg asli,di bajak semua..hehe). Sebenarnya sih ini cerita lama,tapi aku publish kembali.

Kisah ini mengenai arti sebuah senyuman dan rasa syukur...

Ketika mendengar kata itu maka aku akan teringat kepada sebuah sosok yang mungkin kita anggap sebelah mata, bagiku itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Dan sosok itu adalah seorang tukang parkir di sebuah rumah makan padang Ridho Jaya(uppss...gk ada unsur promosi lho).. Selesai melepas lapar di rumah makan tersebut dan bersiap akan pulang, muncullah sesosok yang bgitu lusuh yang kemudian dia membantu menarik motor. awalnya hanya biasa saja..dan muncullah percakapan :

tukang parkir(tK) : udah selesai makannya mas?..(sembari menarik motor)
aku : udah pak...
TK : gmn nih kuliahnya?..lancar?..
Aku : Alhamdulillah...(sambil berpikir kok nih orang ramah bgt)..

lalu aku pun memberikan uang 500 rupiah yang mungkin bagi kita adalah uang yang sangat kecil, dan yang aku kagetkan adalah dengan tiba2 dia berkata :
"terima kasih banyak mas...semoga rejeki dan urusan mas di permudah" (sembari tersenyum ikhlas)

dan hal ini pun tidak hanya sekali atau dua kali di lakukan, namun setiap orang dan setiap waktu...
begitu besarnya arti sebuah totalitas, meskipun apa yang di berikan untuknya hanya lah hal yang sepele bagi kita, namun begitu sangat bersyukurnya ia terhadap apa yang di berikan-Nya..
Dia tak pernah mengeluh, dengan senyuimannya ia selalu melayani setiap orang dengan totalitas yang tinggi..
lalu bagaimana dengan kita?..kita di beri begitu banyak kemudahan,namun pernahkah kita bersyukur dengan rasa suka cita?..

Allah berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur,pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat sedih ". (QS Ibrahim: 7).

satu hal yang saya pelajari dari beliau. Beliau meskpun dalam kondisi yang saya yakin tidak diinginkannya(tukang parkir.red) namun dia tetap selalu totalitas. lalu, bagaimana dengan kita yang selalu diberi kemudahan,dan seandainya itu tidak sesuai yang kita inginkan, akankah kita bersyukur?..

Beliau meskipun bertarung dengan teriknya matahari, dia selalu tersenyum menikmati apa yang sudah ada. Lalu,bagaimana dengan kita?,yang hanya mengerjakan tugas-tugas kuliah ataupun tugas-tugas Organisasi di bawah atap yang nyaman dan dengan segala faslilitas yang ada, akankah kita tetap tersenyum ketika ada masalah?...

Ketika Beliau menjaga motor yang resiko nya sangat besar(bayangkan aja klo motor itu hilang, saya yakin dia tidak akan mampu menggantinya),namun beliau tetap menerimanya dengan rasa tanggung jawab yang tinggi..lalu,bagaimana dengan kita, yang di berikan amanah yang ringan dan sesuai dengan kemampuan kita, akankah kita tetap berani menerimanya?..akankah kita bertanggung jawab dengan yang sudah ada?...

Naahh...sahabat semua..Senyuman dan rasa syukur begitu penting dalam kehidupan ini..

caranya tersenyum ketika ada masalah adalah "pahami apakah itu benar-benar masalah atau hanya kita yang mempermasalahkannya"...

Bukan keadaan sosial ataupun jabatan yang menjadi nilai seorang manusia, namun seberapa totalitas dan bersyukur apa yang telah diberikan-Nya yang menjadi nilai seseorang itu...

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah (hanya sia-sia saja). Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka…” (Ash-Shood: 27)

so, tetap bersyukur karena yakinlah apa yang diberikan-Nya pasti ada hikmahnya...
selalu tersenyum karena itu adalah obat ketenangan..
selalu totalitas di setiap keadaan,karena itu adalah implementasi dari rasa syukur kita...


Salam Sukses
oleh : Andhi Kusuma sang visioner

Tidak ada komentar:

Posting Komentar